BIZ-Story : Nasi Goreng Guan Tjo Yang Memikat

Saya mengamati Nasi Goreng Guan Tjo yang berlokasi di Jalan Suryakencana. Awalnya, tidak ada bayangan sama sekali sudah berapa lama kedai yang selalu ramai dikunjungi ketika malam datang, sampai datang kesempatan saya untuk mengunjungi kedai tersebut.

Karena nama kedainya “Nasi Goreng Guan Tjo” tidak pikir panjang saya langsung memesan nasi goreng, karena memang menu andalan di kedai tersebut adalah nasi goreng. Suasana di dalam kedai agak berasap sebab mungkin memang tidak dibuat ventilasi khusus untuk pembuangan asap dari proses memasak sehingga asap yang ditimbulkan sedikit terkumpul di dalam ruangan. Mungkin ini salah satu ciri khas dari kedai rumah makan tersebut, mungkin.

Datang lah giliran untuk mencicipi menu andalan. Pada suapan pertama langsung terasa rasa gurih yang tidak terdapat pada nasi goreng pada umumnya. Rasa gurih ini yang mungkin menjadi andalan kedai rumah makan ini.

Selesai mencicipi Nasi Goreng Guan Tjo, datang kesempatan untuk ngobrol dengan pemilik Nasi Goreng Guan Tjo. Seorang lelaki chinese dengan perawakan sedang yang cukup berumur dengan rambut putih dan jumlah gigi yang sudah tidak lagi komplit yang memperkenalkan dirinya dengan nama Guan Tjo, sama dengan nama kedai rumah makan miliknya. Saya pun memperkenalkan diri saya dan menjelaskan maksud dan tujuan saya. Dari keterangan yang diberikan, diketahui bahwa Nasi Goreng Guan Tjo mulai berdiri pada tahun 1962, 50 tahun berdiri dan masih berjalan. Cukup tua untuk sebuah kedai nasi goreng, walaupun dari sejak berdiri tidak menempati satu tempat secara permanen. Menurut keterangan, awal berdirinya justru berada di sekitaran kampus Kesatuan, di Jalan Ranggagading. Empat tahun terakhir baru menempati tempat yang berada di Jalan Suryakencana.

Dari hasil pengamatan yang saya lakukan dapat diambil kesimpulan tentang kelebihan dan kekurangan dibandingkan kedai nasi goreng lainnya. Kelebihannya terdapat pada rasa yang diberikan pada nasi gorengnya, gurih. Itu pun saya dapatkan dari komentar beberapa pelanggan yang memang sering “mampir” ke kedai tersebut. Sedangkan kekurangannya menurut saya adalah pada kepulan asap dari proses memasak yang mengepul di dalam kedai, yang membuat pengunjung tidak merasa betah untuk berlama-lama, mungkin itu salah satu untuk mengatasi rotasi pelanggan yang banyak berdatangan.

Berlokasi di Jalan Suryakencana, keuntungan yang didapat kedai Nasi Goreng Guan Tjo adalah lokasi yang strategis karena terdapat lahan parkir yang tidak terlalu sulit. Ditambah, sepanjang Jalan Suryakencana memang terkenal sebagai wisata kuliner di Kota Bogor.

Selain terdapat di Jalan Suryakencana, Nasi Goreng Guan Tjo juga membuka cabang di Jalan Pajajaran.

Dengan harga Rp 20.000 per porsi, agak terlalu tinggi bagi mahasiswa seperti saya. Tapi, rasa yang diberikan memang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Bukannya harga tidak masalah untuk rasa atau kesenangan hati yang selangit?

Dilaporkan oleh : Linggar Dwi Yudhistira – Mahasiswa Tingkat 2 Manajemen Pemasaran Program Diploma 3 STIE Kesatuan Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s